Minggu, 01 April 2012

Remaja-Remaja Indonesia yang berprestasi


Remaja-remaja Indonesia yang Berpretasi

Negara Indonesia memiliki banyak remaja-remaja unggul yang berprestasi. Yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah Internasional. Berikut ini adalah beberapa remaja unggul Indonesia yang berpretasi di kancah internasional :

 
1.    Oki Novendra
Oki Novendra, siswa kelas 1 SMAN 1 Bogor. Siswa kelahiran 6 Oktober 1993 yang hobi bermain musik dan baseball ini mencoba mempresentasikan karyanya di depan juri untuk memperebutkan medali emas dan jaminan pendidikan yang dijanjikan pemerintah sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya dalam olimpiade tingkat internasional ini.
Kematian Jacko menarik perhatiaannya, sehingga ia melakukan uji karya ilmiah tentang kematian tragis penyanyi legendaris ini dalam perhitungan matematika. Uji karya itu dibeberkannya dalam ajang International Conference Young Scientists ke-17 di Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Selasa 13 April 2010. Teori Oki meyakinkan tim juri International Conference Young Scientists ke-17 di Sanur, Bali, Selasa lalu. Pelajar kelahiran 1993 ini menggondol medali emas dengan penelitian berjudul “Mathematical Explanation on the Death of Michael Jackson”.



2.    Stephen H Yuwono
Pelajar Indonesia meraih medali emas di Olimpiade Kimia Internasional atau International Chemistry Olympiad (IChO) yang diselenggarakan di Ankara, Turki pada 9-18 Juli 2011. Ini merupakan prestasi terbaik tim Indonesia selama keikutsertaannya dalam kompetisi yang telah digelar untuk ke-43 kalinya tersebut. Tim Indonesia meraih 2 medali emas serta 2 medali perak dan berada di urutan ke-5 dari 70 negara. Penyumbang medali emas adalah Stephen Haniel Yuwono asal SMA Negeri 1 Purwokerto dengan nilai 92.30 dan Joses Grady Nathanael

3.    Maria Audrey Lukito
Maria Audrey Lukito, lahir tanggal 1 Mei 1988 di Surabaya. Sejak kecil ia tumbuh seperti anak ‘normal’ lainnya. Bagi pasangan Budi Loekito dan Natalie Angela Oenarto orang tua Audrey, karunia terbesar yang dipunyai adalah memiliki anak jenius dan berbakat seperti Audrey. Sejak kecil, putri tunggal ini sudah menunjukkan bakat-bakat yang luar biasa. Di umur 16 bulan, Audrey sudah mampu mengenal abjad dengan baik, dan bisa memainkan nada-nada pada tuts kotak pensil. Dan pada usia 2 tahun sudah lancar membaca.
Prestasi Audrey yang dicatat MURI:
Anak Indonesia pertama yang diundang untuk hadir di Global Young Leader Conference di Washington DC dan NewYork
Mahasiswi termuda [14 tahun] dari Indonesia dengan kredit terbanyak 36,5 kredit dalam satu semester termasuk summer course  dengan GPA tertinggi 3,975 di Mary Baldwin college USA
Peserta termuda Indonesia 14 tahun yang mendapatkan penghargaan [honors] untuk spring semester 2002 di Baldwin college USA
Anak usia termuda dari indonesia menguasai tiga bahasa asing [ TOEFL: 670], Perancis [lulus DELF A3] dan Rusia [university of virginia]
Peserta termuda Indonesia dengan nilai tertinggi [670] untuk ujian TOEFL
Peserta termuda [14 tahun] dari Indonesia yang mengikuti summer course bahasa Rusia di university of virginia , USA dengan nilai tinggi A
Mahasiswi termuda [13 tahun] dari indonesia yang ikut berpartisipasi berkunjung ke senat di Ricmont [ibukota virginia] dalam memperoleh biaya pendidikan dari pemerintah          
Mahasiswi termuda dari indonesia [13 tahun] yang masuk perguruan tinggi di Amerika [Mary Baldwin college]
Peserta termuda dari Indonesia [13 tahun] yang mengikuti test SAT II dengan subjek terbanyak 5 pelajaran  [writing: 640, matematik: 680, french: 730, world history:530 dan physic: 690]

4.    Michael Adrian dan Andika Putra

            Michael, yang lahir 10 Januari 1987 Siswa SMA Regina Pacis, Bogor. Dia menyumbangkan satu medali emas untuk Indonesia serta satu gelar Honorable Mention pada Olimpiade Fisika Asia (OFA) VI yang di selenggarakan di Pakanbaru, Riau, bulan April 2005 kemarin. Dengan postur tubuh tinggi dengan rambut lurus yang tersisir rapih, Michael lebih terlihat seperti seorang model ketimbang ilmuwan fisika. Memang pada mulanya, ia tidak suka pelajaran Fisika. Tapi begitu masuk SMA Regina Pacis, Michael mengaku terkesan dan merasa suka pelajaran Fisika. Ditambah dukungan dari guru dan orangtua, ia pun mulai memantapkan kaki di bidang ini.

            Rasa gugup di awal lomba tidak menghalangi Andika Putra untuk meraih satu medali emas pada Olimpiade Fisika Asia VI ini. Siswa kelas II SMA Sutomo I, Medan, ini mengaku selalu merasa gugup ketika pertama kali menerima soal yang dilombakan, baik itu soal teori maupun eksperimen. Namun berkat penguasaan teori dan konsep-konsep dasar yang dipahaminya, Andika pun kemudian sukses mengerjakan semua soal dengan mantap.
Berbeda dengan Michael yang ingin kuliah di negeri sendiri, Andika lebih memilih untuk melanjutkan pendidikannya di Amerika Serikat. Bagi Andika, yang juga pengagum Isaac Newton, kemenangannya di Olimpiade Riau adalah persembahan untuk semua bangsa Indonesia.Andika ingin mengulang kesuksesan pada Olimpiade Fisika Internasional di Spanyol.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar